Komunitas 'Hijau Itu Kita' Bahas Influencer, Kantong Plastik, sampai Unjuk Rasa

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

31 Juli 2023 15:37 WIB
Humaniora | Rilis ID
Even Gen-Z Music & Talks di Hijau Itu Kita Center (02) Kemiling, Bandarlampung, Minggu (30/7/2023). Foto: ist
Rilis ID
Even Gen-Z Music & Talks di Hijau Itu Kita Center (02) Kemiling, Bandarlampung, Minggu (30/7/2023). Foto: ist

Dari ketiga topik yang dibahas, para Gen Z sama berpengharapan akan semakin baiknya peran pemerintah dan stakeholder terhadap proses-proses pembangunan yang berbasis eco friendly, yang dikonkretkan dengan bentuk kebijakan dan pelaksanaannya yang konsisten.

Lebih lanjut, para Gen Z juga berkeinginan agar masyarakat semakin memiliki kepedulian dan self movement yang tinggi terhadap upaya-upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Terkait sampah pesisir ini, salah seorang audiens acara, Taryo, yang merupakan aktivis kelautan, memberikan info tambahan. Yakni sampah pesisir sebagian besar berasal dari daratan (permukiman) yang terbawa aliran sungai-sungai yang ada di wilayah Bandarlampung.

Trend penerapan kantong plastik berbayar saat ini dinilai para Gen Z tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap upaya pengurangan pemakaian plastik masyarakat.

Pasalnya, harga kantong plastik yang relatif murah, tidak begitu saja dapat mendorong penggunaan barang lain pengganti yang dapat digunakan berulang-ulang seperti tote bag.

Akan hal ini, para Gen Z menilai efek penerapan kantong plastik berbayar malah lebih meningkatkan belanja masyarakat secara akumulatif, dan bahkan cenderung memberi keuntungan "sepihak" pada industri plastik.

Gen Z berharap ada semacam stimulus yang kuat pada budaya masyarakat agar secara sadar mengurangi penggunaan kantong plastik.

Bahasan topik pola unjuk rasa para aktivis Just Stop Oil di Eropa justru dipandang para Gen Z sebagai gerakan ekstrem yang lebih memberikan efek kerugian pada masyarakat. Meski, pesan yang disampaikan terkait penghentian eksplorasi, pengembangan dan produksi bahan bakar fosil di Inggris.

Unjuk rasa dilakukan dengan melakukan pemblokiran jalan-jalan utama termasuk jalan tol M25, menyela konser musik, mengganggu jalannya pertandingan olah raga, dan lain-lain.

Para Gen Z menyatakan masyarakat kita tidak perlu melakukan pola unjuk rasa secara ekstrem, karena khususnya di Indonesia, unjuk rasa dengan pola yang lebih santun, terukur dan dialogis masih dinilai lebih efektif, di samping upaya-upaya lainnya dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap suatu kebijakan.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Komunitas Diseminasi

Hijau Itu Kita

Even Gen-Z Music & Talks

Efek Dari Power of Social Media

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya