Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Pembuat Peti Jenazah Ini malah Sepi Orderan

Dwi Des Saputra

Dwi Des Saputra

Bandarlampung

29 Juli 2021 19:51 WIB
Humaniora | Rilis ID
Sukarni, istri Sukamto pengrajin peti jenazah. Foto: Dwi DS
Rilis ID
Sukarni, istri Sukamto pengrajin peti jenazah. Foto: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Lampung tidak berbanding lurus dengan ramainya orderan usaha pembuatan peti jenazah.

Sukamto, pengrajin peti jenazah yang beralamat di Jalan Katuk II, Perwata, Telukbetung Timur, justru mengalami penurunan pesanan.

Ia mengatakan, persaingan usaha pembuatan peti jenazah sekarang sudah tidak seramai 10 tahun lalu.

Hal ini karena sudah ada pabrik besar yang menggunakan bahan fiber dan plastik untuk membuat peti jenazah.

“Sekarang sudah kalah dengan buatan pabrik yang lebih ringan dan lebih murah,” ujar Sukamto, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan, saat ini hidup hanya bergantung dari orderan Yayasan Tionghoa di seputaran Bandarlampung. 

Ongkos pengiriman ke luar kota tidak sebanding lagi dengan harga jual peti jenazah ini.

“Ya ada aja pesanan, tapi tidak seramai dulu datang dari berbagai yayasan di dalam dan luar Bandarlampung,” ungkap pengrajin peti jenazah yang telah berusaha sekitar 40 tahun lamanya ini.

Saat disinggung pesanan jenazah yang meninggal akibat Covid-19, Sukamto mengaku belum pernah mendapatkan order. 

Ia menceritakan, pembuatan peti jenazah di tempatnya menggunakan kayu berkualitas dan tentunya dikerjakan lebih detail dengan berbagai macam motif sesuai keinginan konsumen.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Peti Jenazah

Sukamto

Covid-19

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya