Dapur Difable, Tempat Makan dengan Seluruh Karyawan Tuna Rungu

Dora Afrohah

Dora Afrohah

Bandarlampung

3 April 2021 17:27 WIB
Humaniora | Rilis ID
Canda tawa karyawan Dapur Difable. FOTO: DAPUR DIFABLE
Rilis ID
Canda tawa karyawan Dapur Difable. FOTO: DAPUR DIFABLE

Cara order di sini adalah langsung mendatangi meja pemesanan. Pengunjung tinggal menunjuk menu yang tertulis di buku.

Tak lupa setelah selesai memesan, Rilisid Lampung biasanya mengucapkan terima kasih dengan bahasa isyarat.

Rilisid Lampung pesan nasi tumpeng mini dengan irisan telur dadar, orak arik tempe, tumis mi putih, sambal, irisan timun, dan kerupuk.

Cara Rilisid Lampung berisyarat mulai luwes, tidak seperti ketika pertama kali ke sini. Rilisid Lampung sempat bingung berkomunikasi dengan mereka.

Untungnya saat itu ada Edovan, Humas Sahabat Difabel Lampung (Sadila) yang membantu menciptakan Dapur Difable ini. Dia sekaligus menjadi penerjemah bagi pengunjung yang datang.

Dapur Difabel ini baru soft opening pada Senin (8/3/2021). Didirikan atas inisiasi komunitas Sadila bersama YLS (Yayasan Langit Sapta). Bangunannya menempel Kantor PLN Bandarlampung.

Sewanya Rp60 juta setahun diberikan gratis dengan dana dari corporate social responsibility (CSR) PLN lewat program ’PLN Peduli’.

Sesaat datang seorang perempuan muda sekitar 22 tahun. Dia duduk di sebelah Rilisid Lampung dan mengajak berbincang dengan bantuan Edovan.

Namanya Dilla, Riris Fadilla lengkapnya. Dia adalah salah satu koki dan pelayan di sini.

Dia salah satu anggota Sadila yang berkeinginan memiliki kafe sendiri. Lewat Sadila, Dilla belajar memasak.

Menampilkan halaman 2 dari 4

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya