71 Ribu Perempuan di Lampung 'Terpaksa' Jadi Kepala Keluarga, Ini Penyebabnya
Tampan Fernando
Bandarlampung
Untuk itu, Dinas PPPA Lampung berupaya untuk mengembangkan skill para ibu kepala keluarga dalam membangun ekonomi kreatif.
“Setiap tahun program ini kami jalankan di masing-masing Kecamatan di kabupaten/kota. Kita selalu mengadakan bimtek dan pelatihan keterampilan agar para perempuan kepala rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan hidup," pungkasnya.
Sementara Direktur Lembaga Pemerhati Hak Perempuan Dan Anak (LPHPA) Lampung, Toni Fisher menyebut seluruh Pemda Kabupaten/Kota harus memiliki program spesifik untuk perempuan kepala keluarga.
Pasalnya sampai saat ini Toni menyebut program pembinaan bagi para ibu yang jadi kepala rumah tangga belum optimal.
“Kita ketahui dan rasakan program pelatihan belum signifikan dan anggaran untuk pemberdayaan kaum perempuan juga masih terbatas. Selama ini program hanya dari Dinas PPPA Provinsi. Dari kabupaten/kota belum terdengar," kata dia.
Selain itu, Pemda juga harus bisa melindungi kaum perempuan yang jadi kepala keluarga dari stigma-stigma negatif di masyarakat.
“Selama ini mereka jadi pihak yang rentan dengan stigma negatif dan kekerasan, serta diskriminasi. Sehingga perlu adanya keseriusan dari berbagai pihak Kota untuk mengatasi persoalan tersebut," pungkasnya. (*)
perempuan jadi kepala rumah tangga
janda
Dinas PPPA Lampung
Fitrianita Damhuri
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
