350 Kosakata Bahasa Lampung Masuk KBBI, Balai Bahasa Terus Inventarisasi

Gueade

Gueade

Bandar Lampung

24 April 2025 09:02 WIB
Budaya | Rilis ID
Inventarisasi kosakata bahasa Lampung oleh tim Balai Bahasa. Foto: ist
Rilis ID
Inventarisasi kosakata bahasa Lampung oleh tim Balai Bahasa. Foto: ist

Kegiatan ini dilakukan dalam jangka waktu 15—25 April 2025. Inventarisasi ini dilakukan untuk mengumpulkan kosakata bahasa Lampung yang potensial masuk KBBI.

Kosakata yang potensial masuk KBBI adalah kosakata yang memiliki syarat tertentu, yakni unik yang berarti ‘konsep maknanya belum ada dalam bahasa Indonesia’.

Kosakata yang unik tersebut berfungsi sebagai pengisi rumpang leksikal atau kekosongan makna dalam bahasa Indonesia.

Syarat lainnya yaitu eufonik yang berarti ‘kata yang diusulkan tidak mengandung bunyi yang tidak lazim dalam bahasa Indonesia’, seturut kaidah bahasa Indonesia, tidak berkonotasi negatif, dan kerap digunakan.

Inventarisasi di Kabupaten Lampung Utara difokuskan pada informan penutur bahasa Lampung dialek A.

Sebagian besar informan di Lampung Utara adalah penutur bahasa Lampung dialek A yang berasal dari Sungkai.

Berdasarkan hasil inventarisasi diperoleh sekitar dua ratus kosakata bahasa Lampung yang dianggap layak untuk masuk KBBI oleh pencari data.

Di antara kosakata tersebut adalah kabad ‘lemari kayu tempat menyimpan sayur dan lauk-pauk’, serana minjak minsan ‘benda-benda milik orang yang sudah meninggal yang diantarkan ke rumah keluarganya asalnya sebagai kenang-kenangan terakhir dari almarhum’, dan nginjang ‘mengangkut air dari sungai ke rumah untuk keperluan sehari-hari’.

Namun, kosakata-kosakata tersebut tidak serta-merta diusulkan ke KBBI.

Kosakata-kosakata tersebut tetap harus melalui tahapan dilokakaryakan dan disidangkan dengan tim perkamusan dan peristilahan Badan Bahasa.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Bahasa

Lampung

KBBI

Balai

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya