Selain Dianiaya, Gaji PRT Tak Dibayar dan Kerap Diberi Makanan Sisa
Pandu Satria
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Oknum majikan di Sukarame diduga tidak hanya menganiaya dan menelanjangi Pekerja Rumah Tangga (PRT).
Namun, perempuan yang dipanggil Oma itu juga tidak membayar gaji PRT dan sering memberikan makanan sisa.
"Kalau makan sehari-hari, nasi dengan lauk sambal terasi dan tempe," tutur DDR (15), satu dari dua PRT yang berhasil kabur dari rumah Oma, Rabu (24/5/2023).
Berbeda dengan kawannya DL (23) yang baru beberapa bulan, DDR sudah bekerja dengan Oma selama 1 tahun 3 bulan.
Ia awalnya ditawari pekerjaan dengan iming-iming gaji Rp1,5 juta per bulan pada Februari 2022.
Namun, sejak ia bekerja dirinya tidak pernah menerima gaji. Justru, hanya penganiayaan yang ia alami nyaris setiap hari (baca: Dianiaya, Ditelanjangi, lalu Divideokan, Dua PRT Polisikan Majikan
Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polresta Bandarlampung, DDR mengaku pernah ditendang saat mengepel dan dipukul ketika ada salah sedikit.
Dia juga selalu dipaksa melawan orang tuanya ketika menelepon dan memintanya pulang ke Pesawaran.
Sampai akhirnya ia dan rekannya, DL memutuskan kabur dari rumah itu dengan cara memanjat tower air saat subuh.
Terpisah, sopir travel yang mengantarkan kedua PRT hingga ke rumahnya menjelaskan, saat bertemu mereka Senin (8/5/2023), kondisi kedua PRT sangat memprihatinkan.
PRT
PRT dianiaya
PRT laporkan majikan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
