Napi Anak Tewas di LPKA, Taufik Basari Desak Dilakukan Evaluasi Sistem Pengawasan
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Anggota komisi III DPR RI Taufik Basari (Tobas) angkat bicara perihal tewasnya seorang Rio Febrian/RF di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lapas II A Lampung, Tegineneng, Pesawaran beberapa waktu lalu.
Tobas mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus ini dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan di Polda Lampung.
Ia sangat menyayangkan hal seperti bisa terjadi di lembaga, di mana setiap orang yang dititipkan menjadi tanggungjawab negara untuk dijaga, dirawat, dilindungi, dan ditangani dengan baik.
"Kami sangat prihatin atas peristiwa ini," ujarnya usai bertemu dengan pihak keluarga korban, Selasa (26/7/2022).
Politis Partai NasDem ini juga mendorong agar dilakukan evaluasi atas sistem pembinaan dan pengawasan di LPKA Pesawaran. Sehingga kasus tewasnya warga binaan di dalam Lapas tidak terulang kembali.
"Harus diantisipasi terjadinya kekerasan di dalam Lapas," katanya.
Selain itu, lanjutnya. Apabila ada butuh pertolongan karena sakit, apapun penyakitnya harus ditangani secepat mungkin.
"Tidak boleh ada pembiaran atau keterlambatan penanganan karena akan berimbas pada keselamatan jiwa seseorang," ujarnya.
Dirinya juga meminta pihak Kanwil Kemenkumham Lampung memberikan penjelasan yang terbuka, transparan tanpa ada yang dilindungi dan ditutup-tutupi.
"Keluarga memiliki hak, untuk mengetahui proses penanganan kasus ini. Sampaikan seluruhnya ke keluarga dan juga Publik," tandasnya. (*)
Taufik Basari
Napi Anak Tewas
LPKA
Rio Febrian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
