Keren! Dosen dan Mahasiswa Teknokrat Raih Penghargaan Paten dari Kementerian Hukum RI
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Menurut Dedi Darwis, selaku inventor utama, inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Banyak peternak menghadapi masalah limbah kotoran sapi yang menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap akibat gas amonia. Melalui alat ini, kami ingin menghadirkan solusi teknologi yang sederhana, terjangkau, tetapi efektif dan berbasis data,” ujarnya.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Keberhasilan perolehan paten ini tidak lepas dari kerja sama erat antara dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Selain Dedi Darwis, tim inventor juga melibatkan mahasiswa berbakat, yaitu Izudin Ismail, Deka Ramadani, Reza Isa Mahendra, dan Fadhurohman Penateh Mergo. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran berbasis riset (research-based learning) yang terus didorong oleh universitas.
Para mahasiswa berperan aktif dalam proses perancangan sistem, pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak, hingga pengujian alat di lapangan. Keterlibatan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang dipatenkan di tingkat nasional menjadi pencapaian akademik yang sangat membanggakan.
“Kami sangat bersyukur bisa terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan alat ini. Pengalaman ini sangat berharga dan membuka wawasan kami tentang pentingnya inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat,” ungkap salah satu mahasiswa inventor.
Diakui di Tingkat Nasional
Sebelum memperoleh paten dari Kemenkum RI, produk Alat Komposter Cerdas ini telah lebih dulu mendapatkan pengakuan di berbagai ajang nasional bergengsi. Salah satunya adalah partisipasi dalam Expo Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam kegiatan tersebut, produk ini dipamerkan di hadapan para akademisi, peneliti, pelaku industri, serta tokoh nasional.
Universitas Teknokrat Indonesia
Hak Paten
Kementerian Hukum
Dosen Teknokrat
penghargaan paten
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
