Kabid Mutasi Diduga Otak Penganiayaan Lulusan IPDN, Ini Tanggapan Kepala BKD Lampung
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Kabid Pengadaan dan Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Deny Rolind Zabara diduga menjadi otak dugaan penganiayaan lulusan IPDN di OPD tersebut.
Menurut keluarga dari salah satu korban bernama Farhan, Deny yang pertama kali melakukan pemukulan kemudian menyuruh anak buahnya untuk ikut menghajar para ‘anak magang’ tersebut.
Baca: Keluarga Korban Sebut Kabid Mutasi BKD Lampung Deny Rolind Pelaku Utama Penganiayaan Lulusan IPDN
Terkait kasus ini, Kepala BKD Lampung, Meiry Harikasari mengatakan proses hukum diserahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. BKD Lampung juga akan menindaklanjuti dugaan kekerasan tersebut.
“Kita mempelajari juga. Pada prinsipnya itu (kekerasan) dilakukan tidak sesuai aturan. Apapun hasilnya nanti akan kita tindaklanjuti,” kata Meiry kepada awak media di Kantor BKD Lampung, Rabu (9/8/2023).
Untuk sanksi yang akan dikenakan terhadap para terduga pelaku kekerasan, Meiry menyebut belum bisa memastikan. Karena proses hukumnya masih berjalan di kepolisian.
“Kalau untuk itu lihat nanti, kan kita belum sampai ke situ. Kita dulu nanti kasusnya seperti apa dan indikasinya seperti apa. Sesuaikan dengan peraturan undang undang yang berlaku,” ujarnya.
“Kan tadi kita belum sempat ketemu sama teman-teman Polres tapi kita akan lihat proses hukumnya, kalau dia (Deny) iya dia kabid di sini,” jelas Meiry.
Sementara Plh Kadiskominfo Lampung, Achmad Saefullah mengatakan masih menunggu proses hukum dari polisi sembari melakukan pemeriksaan juga di Inspektorat Provinsi Lampung.
Magang BKD Lampung Dianiaya
BKD Lampung
penganiayaan di BKD Lampung
lulusan IPDN
Achmad Saefullah
Meiry Harikasari
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
