El Nino Ancam Lampung, Kadis Perkebunan: Untuk Tanaman Kopi Itu Menguntungkan
Tampan Fernando
Bandarlampung
“Percontohan itu telah dilakukan di Kecamatan Sekincau dan Hanakau Lampung Barat. Menggunakan model penanaman kopi berupa sistem pagar, dimana dalam satu hektare jumlah populasi tanaman sebanyak 4.000 batang, dengan target produksi sampai 4 ton," jelasnya.
Selain itu dilakukan pula peremajaan tanaman kopi dengan cara sambung pucuk dan sambung samping.
Lalu, membangun kebun entres kopi sebagai bahan sambung untuk peremajaan tanaman kopi yang ada di beberapa daerah.
“Dukungan dalam pelaksanaan program peningkatan produksi dan nilai tambah petani dilakukan dengan berbagai cara. Seperti memperluas jejaring kerja sama, baik melalui pemerintah, perguruan tinggi ataupun pihak swasta," katanya.
Langkah itu juga didukung melalui penyediaan bibit bersertifikat, benih unggul bermutu baik serta bantuan pemupukan kepada petani melalui program pemerintah setempat.
"Diharapkan dengan adanya langkah-langkah tersebut, produktivitas kopi robusta Lampung dapat meningkat dan menjaga konsumsi kopi Lampung," tandasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat produksi tanaman kopi robusta Lampung pada 2022 total berjumlah 118.139 ton. (*)
el nino
kekeringan
Kadis Perkebunan Lampung
Yuliastuti
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
