Universitas Teknokrat Bantu Kelompok Budidaya Ikan Lewat Teknologi Smart Health System
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
Ia menyatakan, sistem ini dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat.
“Kita tidak ingin teknologi ini hanya sebatas canggih, tapi juga harus bisa dioperasikan dengan sederhana oleh para pembudidaya ikan. Itulah sebabnya kami melengkapi program ini dengan pelatihan intensif bagi kelompok mitra,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Simba di Pesawaran, Desi Elasari, menyampaikan rasa syukurnya atas adanya program PKM ini.
Menurutnya, kehadiran teknologi dari Universitas Teknokrat Indonesia sangat membantu dalam menjawab tantangan yang selama ini dihadapi para petani ikan.
“Selama ini kami hanya mengandalkan cara manual untuk memantau kondisi kolam. Kadang suhu naik atau turun drastis, ada predator masuk, atau gelombang air yang mengganggu, tapi kami terlambat mengetahuinya. Akibatnya, sering kali ikan mati mendadak dan hasil panen berkurang. Dengan adanya Simba Smart Health System, kami bisa tahu kondisi kolam kapan saja dan langsung bertindak jika ada masalah,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar teknologi ini tidak hanya berhenti pada tahap implementasi, tetapi dapat terus dikembangkan dan diperluas untuk membantu lebih banyak kelompok budidaya ikan di wilayah Pesawaran dan sekitarnya.
Terpisah, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., mengapresiasi tim dosen dan mahasiswa yang berhasil memperoleh hibah dari DPPM Kemdiktisaintek dan mengimplementasikannya langsung ke masyarakat.
Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Universitas Teknokrat Indonesia. Selain itu juga berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen penuh untuk terus mendorong dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran Simba Smart Health System adalah bukti bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat dapat menciptakan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan,” ujar Mahathir.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program PKM. Pihaknya ingin agar program ini tidak hanya sekali jalan. Juga ada pendampingan lanjutan, monitoring, serta kemungkinan kolaborasi dengan pihak lain agar hasilnya semakin optimal.
Universitas Teknokrat
Kelompok Budidaya Ikan
Teknologi Smart Health System
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
