Investasi Cargill Group Senilai Rp3,3 Triliun Merambah ke Lampung, Mirza: Kami Sangat Bangga
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
Sementara itu, Group President Cargill Agriculture and Trading Business in Asia Pacific Penne Kehl mengapresiasi dukungan pemerintah terkait pembangunan pabrik penyulingan kelapa sawit di provinsi ini.
Menurutnya, pembangunan Lampung Refinery bukan hanya proyek bisnis, melainkan juga komitmen global Cargill dalam menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan, transparan, dan inklusif.
“Tonggak sejarah ini bukan sekadar pembukaan fasilitas baru, tetapi mencerminkan pentingnya Indonesia bagi Cargill. Kami berkomitmen untuk menghadirkan minyak sawit yang berkelanjutan dan dapat ditelusuri, dari perkebunan hingga ke pelanggan di seluruh dunia,” ujar Penne.
Ia berujar Indonesia adalah pusat rantai pasok global Cargill, yang menghubungkan produksi agribisnis nasional dengan pasar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik.
Dengan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir, Cargill ingin memastikan produk sawit Indonesia mampu bersaing secara global tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Lebih dari sekadar bisnis, Penne menegaskan bahwa investasi Cargill juga menyentuh aspek kemanusiaan dan pembangunan masyarakat.
“Kami bangga mendukung berbagai program yang meningkatkan gizi, memperluas akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesadaran lingkungan di Lampung. Begitulah kami menghidupkan nilai-nilai Cargill—mengutamakan manusia dan selalu melakukan hal yang benar,” tambahnya.
Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi Doddy Rahadi menambahkan, pembangunan Lampung Refinery menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri kelapa sawit nasional.
“Kami mengapresiasi kontribusi Cargill yang telah berinvestasi selama 50 tahun di Indonesia. Nilai investasi terbaru sebesar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun, dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta ton per tahun, adalah bukti nyata komitmen Cargill terhadap kemajuan industri hilir nasional,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menempatkan industri hilirisasi kelapa sawit sebagai subsektor industri prioritas nasional, mengingat perannya dalam menyerap lebih dari 4,1 juta tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta jiwa di Indonesia.
Investasi Cargill Group Senilai Rp3
3 Triliun
Lampung
Mirza
penyulingan minyak kelapa sawit
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
