Inovasi Baru Baterai Mobil Listrik, Bisa 1000 Km Sekali Isi Daya
Juan Santoso Situmeang
Jakarta
Dengan langkah ini, mereka berhasil membuat bahan yang jauh lebih mudah dan murah dengan densitas energi lebih banyak.
Sedangkan mengenai perubahan bentuk material saat diisi daya, para peneliti berhasil mengatasi masalah perubahan tersebut dengan menembakkan gel polimer elektrolit sebagai pengikat silikon sehingga strukturnya tetap dan tidak terjadi perubahan ukuran pada silikon.
Sehingga hasilnya baterai lithium hasil temuan mereka akan menambah ruang penyimpanan energi lebih besar hingga 40 persen.
Hasil penemuan ini, kedepan akan mengubah dunia dengan arah penggunaan kendaraan berbasis bbm ke mobil atau kendaraan listrik yang menjadi lebih murah, efesien dan ramah lingkungan.
Salah satu anggota para peneliti dari Korea itu, Park Soojin, menerangkan penelitian timnya membuat baterai tetap stabil. Sedangkan stabilitas silikon itulah yang selama ini menjadi tantangan saat digunakan sebagai penyimpan energi listrik.
"Akhirnya, dengan anoda mikro-silikon, baterai yang stabil. Ini membawa kita melangkah lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion dengan densitas energi tinggi," tutupnya. (*)
Baterai silikon
mobil listrik
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
