Tingkatkan Indeks Pertanaman, Balitbangtan Kenalkan Teknologi Embung di Kalteng

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

25 Mei 2018 11:20 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Kementerian Pertanian RI, melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah mengembangakan strategi teknologi bangunan air dan embung, untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, terutama di lahan tadah hujan. 

Pembangunan embung serta bangunan air seperti long storage, dam parit dan sejenisnya, diprioritaskan di desa untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari satu kali menjadi dua atau sampai tiga kali. 

Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu embung akan dibangun secara bertahap melalui kerja sama dengan tiga Kementerian, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) dan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Pelaksanaan program embung ini juga telah berjalan di wilayah kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah yang sebagian besar wilayah pertaniannya merupakan lahan sawah tadah hujan," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Katingan, Hendri Nuhan, saat memberikan pengarahan dihadapan peserta Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi di Katingan, baru-baru ini.

Hendri mengatakan, program penyediaan embung ini bertujuan agar petani mampu melakukan aktivitas usaha tani sepanjang musim baik tanaman pangan, hortikultura dan peternakan, tanpa terkendala lagi dengan ketersediaan air.

Hal ini, katanya, sangat membantu proses pencapaian ketersediaan pangan sepanjang musim, karena ini berkaitan dengan Indek Pertanaman (IP), meningkatkan pendapatan petani serta mengurangi angka pengangguran.

Kepala Bidang Program BBSDLP menyatakan, teknologi embung itu merupakan water storage atau penampung pada musim hujan dan air limpasan di lahan sawah tadah hujan yang berdrainase baik. 

Kegunaan dari embung itu sendiri adalah menyediakan air untuk pengairan tanaman di musim kemarau, meningkatkan produktivitas lahan, intensitas tanam, pendapatan petani di lahan tadah hujan, mencegah / mengurangi luapan air di musim hujan dan menekan resiko banjir. 

Badan Litbang Pertanian juga telah menghasilkan teknologi Patbo Super untuk mendukung mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 di sawah tadah hujan.

Patbo merupakan singkatan dari Padi Aerob Terkendali dengan Penggunaan Bahan Organik. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya