Taufik Kurniawan: BI Harus Miliki Terobosan Serius Tangani Rupiah

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

23 Mei 2018 13:10 WIB
Bisnis | Rilis ID
Taufik Kurniawan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Taufik Kurniawan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, menilai, Bank Indonesia (BI) harus memiliki terobosan yang serius dalam rangka menekan kondisi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), bukan hanya menaikkan suku bunga.

Menurutnya, dalam melakukan antisipasi memburuknya rupiah, BI jangan hanya menggunakan cara-cara yang klasik saja.

“Kalau penanganannya dengan cara klasik, dengan menaikkan suku bunga, efisiensi dan sebagainya, tentu harus adanya terobosan secara serius,” ujar Taufik di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Lebih lanjut, pimpinan DPR yang mengurusi bidang ekonomi ini mengatakan, ada banyak faktor sentimen yang membuat rupiah menjadi sangat lemah hingga hari ini.

Salah satunya, keluarnya Amerika Serikat dari koalisi kesepakatan Nuklir Iran saja sudah menyebabkan harga minyak dunia naik hingga mencapai harga 86 dolar per barel.

Hal ini, sambungnya, sudah sangat mempengaruhi postur dari APBN. "Nah, inilah makanya kalau minyak dunia naik, maka dolar akan menguat. Belum lagi, suku bunga FED Amerika, yang saat ini belum ada kenaikan, meski sudah ada rencana jaminan menaikkan, perlu adanya antisipasi terhadap kenaikan harga minyak dunia, dan keduanya terkait dengan masalah naiknya suku bunga FED,” jelas Taufik.

Untuk itu, Politisi PAN ini menegaskan perlunya antisipasi dengan melakukan suatu terobosan, selain melakukan sejumlah efisiensi dari program keuangan yang ada.

DPR, kata Taufik, juga akan menanyakan kembali paket kebijakan yang dikeluarkan presiden di bidang ekonomi hingga 17 paket formulasi. Menurut dia, solusi itu juga tidak berjalan efektif untuk membangkitkan gairah ekonomi pasar.

“Tapi di sisi lain, juga tidak bisa kita hanya berkilah ini karena ekonomi global dan seterusnya, karena globalisasi itu sesuatu yang dialami seluruh dunia (negara), artinya memang fundamental ekonomi kita harus diperkuat. Sebab, negara yang mengalami dampak secara globalisasi itu memilki jalan keluarnya masing-masing,” pungkasnya.

 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya