PLN Cek KWH Meter Pelanggan, Tingkatkan Keamanan Kelistrikan Saat Nataru
Fi fita
Bandar lampung
RILISID, Bandar lampung — PT PLN (Persero), terus melaksanakan pengecekan secara berkala pada Alat Pengukuran dan Pembatas (APP) atau kWh meter di persil (Rumah) pelanggan.
Hal itu dilakukan guna memastikan keamanan kelistrikan menjelang dan saat perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
Sehingga dapat memberikan rasa nyaman bukan hanya untuk yang merayakan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat disekitarnya.
General Manager PLN UID Lampung Saleh Siswanto menjelaskan, tren pemakaian listrik akan mengalami peningkatan menjelang perayaan Nataru.
"Untuk mendukung hal itu, PLN siap mengamankan pasokan listrik untuk perayaan Nataru. Kami berikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang merayakan dan sekitarnya," ujar Saleh, Senin (11/12/3023).
Menurutnya, peningkatan listrik itu dipicu dari berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat. Sebagian masyarakat mempersiapkan perayaan dengan membuat kue, mendekorasi rumah, memasang lampu-lampu hias, menggunakan sound system serta aktivitas lain yang menggunakan peralatan listrik.
"Sesuai amanat Undang-Undang Ketenagalistrikan, PLN wajib memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pengguna listrik dan masyarakat sekitarnya. Sehingga, sangatlah perlu dilakukan pemeriksaan terhadap APP atau kWH Meter yang terpasang di rumah-rumah warga," terang Saleh.
Dalam pemeriksaan tersebut, PLN memastikan kWh meter sebagai alat ukur dan Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai alat pembatas masih berfungsi normal dan aman bagi pelanggan dan sekitarnya.
Melalui pengecekan dan pemeriksaan kWH Meter, PLN dapat secara dini mengetahui potensi-potensi bahaya korsleting listrik (arus pendek) yang dapat memicu kebakaran.
"Dalam hal pemeriksaan terhadap kWh meter di rumah, PLN memastikan kWh meter dan MCB (Termis) berfungsi baik sebagai pengukur dan pembatas arus listrik," imbuhnya.
Pln
listrik
cek KWH
keamanan
nataru
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
