Optimalkan Produktivitas Lahan Tadah Hujan, BPTP Bali Terapkan PTT
Anonymous
Tabanan
RILISID, Tabanan — Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali menerapkan inovasi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) untuk menggenjot produktivitas padi pada lahan tadah hujan di Tabanan. Inovasi dilakukan pada demonstrasi farming (demfarm) 10 hektare di Tempek Betenan, Subak Babakan Anyar, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur.
"Kita akan terus mengawal penerapan Inovasi dan PTT di lapangan," ujar Kepala BPTP Bali, Dr. Made Rai Yasa. Demfarm PTT tersebut mulai dilaksanakan pada 2018.
Tabanan merupakan lumbung pangan Bali. Daerah ini memiliki lahan tadah hujan yang berpotensi meluas setiap tahunnya. Sayangnya, produktivitas padi lahan tadah hujan tergolong rendah.
Sementara itu, Peneliti BPTP Bali, Sagung Aryawati, menerangkan, penerapan PTT bertujuan meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Pada demfarm di Tempek Betenan, BPTP Bali akan menggunakan varietas unggul baru (VUB), seperti Inpari 40, Situ Bagendit, dan Tuwoti.
"Sedangkan sistem tanamnya, kami terapkan jajar legowo 2:1," tambahnya saat bimbingan teknis (bimtek) kepada petani lahan tadah hujan di Tabanan, Senin (21/5/2018).
Pada kesempatan sama, Kadis Pertanian Tabanan melalui Kabid Produksi, I Wayan Suandra, berharap, petani mengikuti anjuran saat menerapkan PTT dan melanjutkannya. "Jadi, kami harapkan setelah selesai demfarm, pun petani terus menerapkan Inovasi PTT Ini," tutup dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
