Mentan Optimalisasi 45 Ribu Rawa Lebak di Wajo

Elvi R

Elvi R

Wajo

7 Maret 2019 09:45 WIB
Bisnis | Rilis ID
Mentan Amran Suliaman dalam acara optimalisasi lahan pertanian di Wajo. FOTO: Humas Kementan
Rilis ID
Mentan Amran Suliaman dalam acara optimalisasi lahan pertanian di Wajo. FOTO: Humas Kementan

RILISID, Wajo — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama para pejabat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar launcing optimalisasi lahan rawa lebak yang berlokasi di Kelurahan Attakae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.

Setidaknya, provinsi Sulawesi Selatan mendapat anggaran prioritas APBN 2019 senilai Rp640 miliar. Sebagai langkah awal sekaligus tahap pertama, pemerintah mencanangkan program ini di Kabupaten Wajo, Sidrap, Bone, Soppeng dan Pinrang dengan jumlah anggaran sebesar Rp180 meter.

Bantuan sendiri meliputi alat mesin pertanian (Alsintan) seperti Exavator, Traktor Roda Dua, Traktor Roda Empat, Pompa Air, Combine Harvester Besar, Power Thresher, Power Thresher Multiguna, Corn Sheller, Dan Corn Combine Harvester.

Disisi lain ada prgram Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI), program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA),  juga bantuan benih berupa Padi Taro, Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih, dan Kelapa. Sedangkan bantuan ternak yang diberikan berupa Ayam dan Kambing.

"Bantuan ternak dialokasikan sebagai bagian dari program Petani Milenial dan Bekerja. Selanjutnya Kementan juga memberikan paket bantuan KRPL (Kawasan Pangan Rumah Lestari) dan 
PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat)," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Wajo, Rabu (6/3/2019).

"Ini semua adalah upaya kita menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," imbuhnya.

Amran menjelaskan, untuk mendukung optimalisasi ini, Kabupaten Wajo akan diberi bantuan 10 unit Exapator dan puluhan unit traktor. Alsintan ini yang nantinya akan digunakan para petani untuk menggenjot jumlah produksi.

"Zaman dulu tidak bisa mengambil bantuan langsung di kementerian pertanian. Tapi, saya menghadap Bapak Presiden, dan mengatakan pada beliau bahwa santri ini masa depan kita. Sejak saat itu Presiden langaung putuskan untuk berikan apa yang ada," katanya.

Amran menegaskan, program SERASI adalah program daya gedor pemerintah dalam menambah jumlah produksi karena ada potensi besar yang bisa dimanfaatkan dari sebuah lahan yang masih tidur.

"Ini memang lahan tidur, totalnya ada kurang lebih 45 ribu hektar yang kita bangunkan di sulawesi. Jadi, nantinya, lahan yang produksinya 0 kita jadikan 3 kali lipat dan ini harus kita mulai dari sekarang," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya