Lebih Mahal Dibanding Curah, Penjualan Minyak Goreng Kemasan Menurun
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Stok minyak goreng kemasan di berbagai minimarket di Bandarlampung kini berlimpah ruah. Harganya pun bervariasi. Sayangnya, angka penjualan menurun antara 30 sampai 40 persen.
Riki Ardiyanto, pegawai Alfamart di Jalan Samratulangi, Tanjungkarang Barat (TkB) menerangkan, penurunan minyak goreng kemasan 1 dan 2 liter terjadi usai Lebaran.
"Ya mungkin, harganya tinggi. Jadi, masyarakat cari alternatif yang lebih murah seperti minyak goreng curah," ungkapnya.
Yuni, kasir Chamart di Jalan Tupai, Kedaton, Bandarlampung juga mengakui turunnya minat pembeli minyak goreng kemasan.
"Dulu (saat kebijakan satu harga HET Rp14 ribu per liter) display selalu kosong. Sekarang terisi penuh. Paling empat-lima hari lagi baru diisi lagi," singkatnya.
Terpisah, Rahmat Affandi, lebih memilih minyak goreng curah dibanding kemasan. Alasanya, harga minyak goreng kemasan jauh lebih mahal dari curah.
"Kalau di Pasar Waykandis, saya beli 1 liter minyak goreng curah kisaran Rp16-17 ribu," ungkap dia.
Sementara, di Alfamart minyak goreng kemasan Sania 2 liter dibanderol Rp45.500 dan Chamart Rp45.200.
Sedangkan, merek Bimoli 1 liter di Alfamart dibanderol Rp25.900 dan di Chamart Rp 26.300. (*)
Minyak Goreng
Kemasan
Melimpah
Minimarket
Harga Minyak Goreng
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
