Jagung sebagai Upaya Diversifikasi Pangan di Zaman Serba Praktis

Elvi R

Elvi R

Jakarta

11 April 2019 10:24 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Diversifikasi pangan adalah satu dari empat sukses pembangunan pertanian yang sekaligus sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan. Diversifikasi pangan diartikan sebagai penganekaragaman pangan mendukung pola konsumsi yang seimbang, sehat  dan bergizi, antara lain didukung oleh penganekaragaman atau penciptaan produk pangan baru. Saat ini diversifikasi pangan diarahkan untuk menciptakan produk baru guna mengganti atau subtitusi terigu.

Jagung dapat dibuat tepung termodifikasi dengan tidak menurunkan nilai gizi tetapi dapat meningkatkan sifat fungsionalnya dan memperbaiki sifat adonan. Tekstur tepung termodifikasi lebih halus dibanding tepung aslinya. Tepung jagung bersifat fleksibel karena dapat digunakan untuk berbagai produk pangan. Pemanfaatan tepung jagung komposit dapat sebagai bahan dasar pangan antara lain untuk kue basah, kue kering, mie kering dan aneka roti. Salah satunya adalah Roti jagung merupakan produk roti yang mensubtitusi jagung termodifikasi sebagai pengganti terigu. Jagung lokal putih pulut dapat mensubtitusi terigu sebesar 35 persen pada aneka olahan roti.


Menurut Dr. Suarni salah satu peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros, pengolahan  biji  jagung  menjadi  tepung telah lama dikenal masyarakat, namun diperlukan  sentuhan  teknologi  untuk meningkatkan mutu tepung jagung yang dihasilkan. Tepung  jagung  diperoleh dengan cara menggiling biji jagung yang baik dan bersih. Pelepasan kulit luar biji yang  cukup  sulit  dapat  diatasi  dengan menggunakan  mesin  penyosoh  jagung yang  dihasilkan  oleh  Balai  Penelitian Tanaman  Serealia  (Balitsereal).

Selanjutnya sebagai bahan pokok utama dalam pembuatan tepung, Badan Litbang Pertanian melalui Balitsereal telah menyiapkan berbagai varietas unggul jagung yang cocok untuk pembuatan tepung seperti varietas jagung Anoman-1  dan Srikandi  Putih-1.

Ketersediaan  varietas khusus tersebut membuka peluang untuk memanfaatkan jagung sebagai bahan tepung lokal. Jagung dalam bentuk tepung lebih fleksibel, lebih tahan lama, praktis, dapat diperkaya dengan zat gizi (fortifikasi),  dan  lebih  cepat  dimasak  sesuai dengan tuntutan kehidupan modern yang serba  praktis.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya