Harga Kubis di Lambar Anjlok, Petani Rugi Puluhan Juta
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Petani di Lampung Barat (Lambar) merugi puluhan juta rupiah akibat murahnya harga jual kubis. Untuk kualitas super saja, terjun bebas menjadi Rp600 per kilogram (kg) dari semula Rp2.500-Rp3 ribu per kg.
Menurut salah satu petani, Anwar (22), warga Pantau Kecamatan Balikbukit, rendahnya harga kubis sudah terjadi sejak sebulan ini.
Ia menjelaskan, luas lahan kubis miliknya sekitar 2 hektare (ha). Modal yang dikeluarkan untuk pembelian bibit, pupuk, serta perawatan per ha berkisar Rp20 juta.
"Modal saja tidak kembali, apa lagi mau mendapat untung? Jika seperti ini terus, bagaimana nasib kami," keluh dia sambil membersihkan tanaman kubis miliknya, Sabtu (5/9/2020).
Sofyan (25), petani asal Balikbukit lainnya menambahkan, selain harga jual rendah, kurangnya konsumsi kubis di masyarakat menjadi kendala lainnya.
Dia berharap, harga kubis murah tidak berlangsung lama. Paling tidak mencapai Rp1.500 per kg.
”Jika di harga itu, kami tidak begitu merugi. Selain itu, mudah-mudahan pangsa pasar kembali bergairah,” harap Anwar. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
