Gelar Rakor, Balitbangtan Kuatkan Program untuk Dukung Sasaran Strategis Kementan

Elvi R

Elvi R

Bogor

1 Februari 2020 19:19 WIB
Bisnis | Rilis ID
Tanaman padi menggunakan benih Inpari, cocok dibudidayakan di sawah irigasi. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Tanaman padi menggunakan benih Inpari, cocok dibudidayakan di sawah irigasi. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Bogor — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menyelenggarakan rapat koordinasi untuk penguatan program kegiatan Balitbangtan untuk mendukung sasaran strategis Kementerian Pertanian, Selasa (28/1/2020) di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor.

Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan program dan kegiatan Balitbangtan 2020. Selain itu, untuk menyusun perencanaan program dan kegiatan Balitbangtan 2020 dalam rangka mendukung pencapaian program-program strategis pembangunan pertanian.

Dalam pembukaan acara, Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun yang sangat sibuk mulai dari transformasi organisasi dan kepegawaian, kemudian terkait dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), juga dukungan Balitbangtan untuk mendukung ekspor terkait Gratieks.

Berkaitan dengan prioritas riset nasional, Fadjry Djufry menjelaskan, PRN merupakan penjabaran lebih teknis dari rencana induk riset nasional (RIRN) 2017 – 2045. Saat ini PRN tengah memasuki tahap kedua, periode 2020-2024 dan Balitbangtan menjadi coordinator dari enam bidang pangan.  

“Balitbangtan menjadi koordinator enam bidang pangan yaitu komoditas padi, jagung, kedelai, kelapa sawit, sapi potong, dan ayam lokal,” ujar Kepala Balitbangtan.

Lebih lanjut Fadjry mengatakan, Balitbangtan tahun ini tetap mengikuti program dan kegiatan Kementerian Pertanian. Terkait dengan tugas dan fungsi Balitbangtan adalah program akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi dan produksi benih/bibit.

Kesempatan Balitbangtan untuk berkontribusi juga porsinya lebih besar karena tidak hanya di hulu namun juga sampai hilir dan kemungkinan untuk ekspor. “Menteri sekarang ini berharap terobosan Balitbangtan bisa sampai ke hilir,” ujar Fadjry.

Disebutkan pula oleh Fadjry bahwa analisis kajian perlu dilakukan untuk mengukur kinerja masing-masing unit kerja. Hal itu untuk mengukur korelasi positif antara anggaran yang dikeluarkan dengan capaian.

Pada kesempatan yang sama Fadjry juga menyebutkan bahwa Balitbangtan diberi amanah untuk mengkoordinasikan kegiatan pusat data pertanian (Agriculture War Room/AWR). Beberapa tahap pengembangan telah dilaksanakan mulai dari pengembangan ptototipe, pemograman, pengujian, dan menurut rencana akan dilakukan soft launching dalam waktu dekat.

“AWR agar dikelola dengan optimal. Seluruh institusi lingkup Kementan harus mempunyai pusat data yang terhubung dengan AWR, dan dengan semua institusi sampai ke tingkat kecamatan,” ujar Fadjry.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya