Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa Tergerus Rp28,2 Triliun

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

6 April 2018 20:11 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Bank Indonesia (BI) umumkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia akhir Maret 2018 tercatat US$126 miliar,  atau kembali melanjutkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. 

Sebagaimana diketahui, cadev Februari tercatat US$128,06 miliar. Artinya, terjadi penurunan sebanyak US$2,06 miliar atau sekitar Rp28,22 triliun (kurs Rp13.700 per dolar AS) dalam sebulan terakhir.

Penurunan cadangan devisa pada Maret 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Cadev kita masih cukup tinggi, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2018 lalu," kata Pj Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam pernyataan resminya, Jumat (6/4/2018).

Bank Sentral menjelaskan, posisi cadev tersebut, setara dengan kemampuan pembiayaan 7,9 bulan atau 7,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dengan begitu, cadev Maret 2018 di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. 

"Kami juga menilai, cadev tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," jelasnya.

Ke depan, BI memandang, cadev tetap memadai seiring terjaganya keyakinan terhadap prospek perekonomian domestik yang membaik, dan kinerja ekspor yang tetap positif.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya