Bimtek, Bentuk Komitmen Kementerian Pertanian Dampingi Petani Milenial

Elvi R

Elvi R

Jakarta

7 November 2019 08:39 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Petani Milenial merupakan generasi yang lahir setelah 1980 termasuk dalam gen Y yang berpikiran terbuka, kreatif, dan menguasai teknologi. Demikian sepenggal arahan yang disampaikan oleh Kepala BPTP Bengkulu, Dr. Yudi Sastro dalam Kegiatan Bimbingan Teknis Pendampingan Gerakan Petani Milenial Provinsi Bengkulu Tahun 2019 di Kabupaten Seluma, pada Rabu (06/11/2019).

Program pendampingan yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian ini menekankan penerapan Pertanian Modern. "Praktekkan modern farming," tegas Yudi. "Besok kita pakai traktor, nanam pakai transplanter", imbuhnya.

Selain itu, Kepala BPTP yang baru dilantik tersebut mengharapkan agar petani lebih maju, kreatif dan inovatif.

Ke depan, seluruh basis data informasi pertanian akan terpusat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sesuai dengan misi Menteri Pertanian.

"BPP akan menjadi pusat semuanya, Komando Konstra Tani akan ada di BPP, makanya teman-teman penyuluh harus meningkatkan kapasitasnya", kata Dr. Yudi Sastro, SP, MP.

Sejalan dengan pernyataan Kepala BPTP Bengkulu tersebut, Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Pengkajian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yang turut hadir dalam bimtek tersebut mengajak kepada peserta yang hadir agar bersiap berlari di bawah komando Menteri Pertanian yang baru. Menurutnya, petani milenial punya kekhasan tersendiri, maka diperlukan pendamping yang tepat.

"Jangan sampai milenialnya sudah berlari, kita masih terseok-seok di belakang”, katanya.

"Diperlukan penyuluh pendamping yang menguasai teknologi”, imbuhnya. "Mari kita bersemangat”, pungkasnya.

Bimtek Pendampingan Petani Milenial di Kabupaten Seluma ini merupakan Bimtek yang keempat kalinya dilaksanakan oleh BBP2TP di Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan BPTP Bengkulu. Anwar, salah satu petani milenial menyampaikan, baginya bimtek ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kelompoknya. Materi teknologi budidaya kopi memang sangat diperlukan oleh anggota kelompoknya.

"Selain bimbingan secara teknis, kami juga membutuhkan bimbingan pengolahan kopi premium", ungkapnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya