Komika Abdur Arsyad Heran Trotoar di Bandar Lampung Pakai Keramik: Apa Motivasinya? Itu Licin
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Komika Abdur Arsyad menyoroti trotoar di Kota Bandar Lampung yang menggunakan keramik warna-warni.
Abdur mempertanyakan apa tujuan penggunaan keramik di trotoar, karena itu justru berbahaya dan licin saat terjadi hujan, dan tidak aman digunakan penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan Abdur Arsyad dalam Podcast SkakMat bersama Pandji Pragiwaksono yang diunggah di platform YouTube beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Abdur menyebut ia terkejut saat berada di Lampung karena melihat trotoar yang menggunakan material keramik. Yang dimaksud adalah trotoar di jalan-jalan utama Kota Bandar Lampung.
"Yang menarik itu di Lampung, mereka punya trotoar dari keramik. Saya waktu lewat itu saya bilang, apa motivasinya bikin trotoar dari keramik? Licin pasti kalau hujan," ungkap Abdur," kata dia dikutip, Kamis (9/1/2025).
Abdur menyebut kalau fungsinya untuk penanda bagi penyanyang disabilitas tuna netra juga tidak pas karena mereka tidak bisa melihat.
"Terus dikasih warna-warna gitu, kalau memang maksudnya untuk orang buta, orang buta tidak bisa lihat warna, dia lihat tekstur. Kalau trotoar orang buta itu warna kuning, itu bukan warna kuning yang jadi penanda, tapi teksturnya," jelasnya. Pandji Pragiwaksono pun menanggapi, "Kayaknya cuma Lampung deh kayak gitu, kota-kota lain nggak gitu," kata Pandji.
Abdur pun mengaku belum pernah menemukan trotoar keramik di kota lain selain di Lampung. Namun ia mendapatkan informasi bahwa trotoar keramik tersebut sedang diganti.
“Ada yang share video ke saya, ternyata lagi dikerjakan sama PUPR atau apa gitu, lagi diganti trotoarnya. Saya tidak bilang itu dampak dari saya, mungkin itu memang sudah ada perencanaan," ujarnya.
Untuk diketahui, Dinas PU Bandar Lampung memang telah membongkar trotoar keramik di beberapa jalan utama dan menggantikannya dengan batu granit.
trotoar Bandar Lampung
Abdur Arsyad
trotoar keramik
komika Abdur
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
