Teknologi Irigasi Tetes Tenaga Surya Karya Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Anugerah Inovasi Daerah Lampung 2024
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pada Selasa, 24 Desember 2024, Tim Irigasi Tetes dari Program Studi S1 Teknik Komputer Universitas Teknokrat Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang Anugerah Inovasi Daerah 2024 yang diselenggarakan oleh Balitbangda Provinsi Lampung.
Tim ini memperoleh Juara Harapan 2 dalam kategori peneliti melalui inovasi unggulan bertema:
"Teknologi Irigasi Tetes Menggunakan Panel Surya Berbasis IoT Untuk Menciptakan Produktivitas Pertanian Indonesia"
Inovasi ini dirancang untuk mendukung transformasi sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi modern.
Sistem irigasi tetes berbasis IoT yang menggunakan sumber energi terbarukan ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 50% dibandingkan metode tradisional, sekaligus memberikan solusi berkelanjutan bagi pertanian Indonesia.
Produk inovasi ini dikembangkan oleh tim yang terdiri dari Jefri Andri Rifai, Rizki Devi Anggita dan Ferman Ferdaus.
Dengan bimbingan langsung dari Styawati, S.T.,M.Cs inovasi ini berhasil melewati serangkaian proses riset dan pengujian yang ketat untuk memastikan keberhasilan implementasi di lapangan.
Melalui kolaborasi yang erat dengan komunitas petani lokal dan dukungan berbagai pihak, inovasi ini telah menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses air.
Teknologi ini juga terintegrasi dengan aplikasi monitoring berbasis IoT, yang memungkinkan petani untuk mengelola sistem irigasi mereka secara efisien dan real-time.
Prestasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan inovasi teknologi di bidang pertanian. Kami berharap teknologi irigasi tetes berbasis IoT ini dapat diadopsi secara luas dan menjadi solusi bagi tantangan pertanian masa depan.
Universitas Teknokrat Indonesia
mahasiswa universitas Teknokrat Indonesia
teknologi irigasi tetes tenaga surya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
