Mahasiswa Unila Didorong Jadi Pemimpin Berintegritas di Tengah Disrupsi Digital

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

6 April 2026 14:40 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto ist
Rilis ID
Foto ist

“Tantangan terbesar bukan pada teknologi, tetapi pada karakter,” ujarnya.

Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, kepemimpinan visioner, serta penguatan karakter dan kualitas sumber daya manusia yang adaptif.

“Mahasiswa sejati bukan hanya pintar, tetapi juga bernilai dan berdampak. Mereka menggerakkan, bukan sekadar mengikuti arus,” katanya.

Ia juga mengingatkan pengurus BEM Universitas Lampung periode 2026 agar memaknai pelantikan sebagai awal dari tanggung jawab besar, bukan sekadar seremonial.

“BEM merupakan laboratorium kepemimpinan sekaligus ruang pengabdian. Jabatan bukan prestise, tetapi amanah,” tegasnya.

Budiyono mendorong pengurus BEM untuk menjaga integritas, bekerja nyata, serta peka terhadap dinamika sosial dan hukum di tengah masyarakat.

“Buktikan kepemimpinan bukan melalui kata-kata, tetapi lewat aksi nyata yang dirasakan manfaatnya,” pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Mahasiswa

mahasiswa unila

akademisi

Budiono

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya