Dosen UIN RIL Peroleh Research Fellowship di Imam Bukhari International Scientific Research Center, Uzbekistan

Fi fita

Fi fita

Uzbekistan

10 Agustus 2025 14:24 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Kunjungan research fellowship dari IBISRC, Samarkand, Uzbekistan ke UIN RIL. Foto  istimewa
Rilis ID
Kunjungan research fellowship dari IBISRC, Samarkand, Uzbekistan ke UIN RIL. Foto istimewa

IBISRC berada di kompleks pemakaman Imam Bukhari di Distrik Payaryk, Khoja Ismail Town, Samarkand. Kompleks tersebut kini sedang dalam tahap akhir renovasi besar-besaran dan menjelang fase-fase terakhir pemugarannya.

Bangunan megah seperti masjid raya, mausoleum, museum, dan Institut Kajian Hadits berdiri menjulang, seakan menjadi mesin waktu membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan peradaban Islam dan kini tengah dieskavasi serta dirancang ulang untuk masa depan.

Selain itu, situs bersejarah seperti Registan Square, mausoleum Amir Timur Gur Emir, dan madrasah Ulugh Beg di Samarkand, serta kawasan Bukhara, Khiva, dan Termez, menjadi destinasi ziarah budaya para peneliti tamu dari berbagai negara.

Uzbekistan adalah salah satu negara di Asia Tengah yang melahirkan banyak ilmuwan dengan warisan intelektual yang melampaui zaman.

Tokoh besar seperti Imam al-Bukhari, al-Tirmidzi, al-Maturidi, Ibnu Sina, al-Khawarizmi, al-Biruni, dan Abu Laits al-Samarqandi, adalah contoh cerdik-cendikia dari jejak emas peradaban yang lahir dari kawasan ini dengan legasi intelektual yang memesona dunia riset hingga saat ini.

Bagi umat Islam Indonesia, Uzbekistan memiliki ikatan sejarah yang istimewa. Ibrahim Asmoro Qondi, ayah Sunan Ampel, diyakini berasal dari Samarkand, yang berjarak sekitar dua jam perjalanan kereta cepat Afrosiyob dari Tashkent, ibu kota Uzbekistan. 

Dalam sejarah lisan, sosok Ibrahim Asmoro Qondi (terkadang disebut Makdum Brahim Asmoro) kerap dianggap identik dengan Abu Laits al-Samarqandi, seorang polymath yang karyanya banyak dipelajari di dunia pesantren.

Bahkan, ada pula yang mengaitkannya dengan Maulana Malik Ibrahim dari kawasan Magrib (Maroko).

Kitab Usul Nam Bis, versi lokal dari Bahjat al-‘Ulum karya Abu Laits al-Samarqandi, sering dipercaya sebagai karya Asmoro Qondi.

Padahal riset mutakhir menunjukkan bahwa keduanya Ibrahim Asmoro Qondi (hidup di awal abad XIV) dan Abu Laits (abad X/944-983) hidup terpaut hampir empat abad.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahaiswa uin ril

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya