Siapa 'Satrio Piningit' dalam Ramalan Jayabaya?

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

31 Mei 2018 23:59 WIB
Ragam | Rilis ID
Prabu Jayabaya dan ramalannya soal Satrio Piningit. FOTO: Yukepo
Rilis ID
Prabu Jayabaya dan ramalannya soal Satrio Piningit. FOTO: Yukepo

RILISID, Jakarta — Namanya juga Indonesia. Negara yang kaya akan budaya, dan memiliki cerita-cerita tersendiri di balik budaya itu sendiri. Yang mana, pastinya berkaitan dengan hal-hal berbau mistis.

Di antaranya adalah ramalan Jayabaya. Sebuah prediksi-prediksi yang dikisahkan pada masa lalu, dan dianggap punya keterkaitan dengan masa depan Nusantara, kini bernama Indonesia.

Ramalan itu ditulis oleh Raja Kediri, bernama Prabu Jayabaya (1135-1157 Masehi). Ia keturunan langsung dari Prabu Airlangga, penguasa tertinggi Kerajaan Kahuripan. Dikenal juga sebagai seorang pujangga.

Ada beberapa ramalan dulu yang kini terbukti. Antara lain, soal kereta tanpa kuda. Ya, kini disebut kendaraan bermotor, seperti mobil. Lalu, prediksi bahwa Pulau Jawa akan berkalung besi, di mana maksudnya adalah tersambung rel kereta api seperti sekarang.

Dari sejumlah ramalan Jayabaya, ia pernah menyebutkan bahwa akan ada sosok Satrio Piningit yang datang menyelamatkan Nusantara dari kekacauan.

Satrio Piningit ini merupakan sosok misterius yang diramalkan akan datang sebagai ratu adil di Indonesia. Dalam ramalan Jayabaya disebutkan, Satrio Piningit akan keluar saat Nusantara memasuki masa Kalabendu atau zaman kehancuran yang mencapai puncaknya.

Dalam bait 159 Ramalan Jayabaya menyebutkan "Akan ada dewa tampil berbadan manusia, berparas seperti Batara Kresna, berwatak seperti Baladewa, dan bersenjata Trisula Wedha."

Lalu, siapakah dia? Apakah ramalan ini berkaitan dengan Pemilu 2019 mendatang, yang akan melahirkan figur "Satrio Piningit"?

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya