SMK Makin Sepi Peminat, Pengamat: Sekolah Harus Bisa Meyakinkan Soal Peluang Kerja
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Jumlah siswa baru yang mendaftar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lampung semakin minim. Pada PPDB 2023, sekitar 4 ribu lebih kuota siswa SMK Negeri kosong lantaran tak ada peminat.
Sementara di SMA justru sebaliknya. Masyarakat berlomba-lomba mendaftar, bahkan banyak yang berbuat curang (menumpang KK) agar bisa lolos. Hal ini mencerminkan minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SMK semakin minim.
MKKS SMK Provinsi Lampung menyebut banyak warga enggan menyekolahkan anaknya di SMK karena jurusannya tidak menarik dan tidak ada 'masa depan'. Jurusan yang paling minim peminat yait pertanian, peternakan, dan teknik bangunan.
Pengamat pendidikan dari Universitas Lampung, Undang Rosidin mengakui hal itu. Menurutnya ada beberapa faktor yang membuat siswa di SMK semakin minim.
Di antaranya siswa SMK belum terjamin akan mendapatkan pekerjaan setelah lulus, hingga keterbatasan untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri atau melamar TNI/Polri.
“Contohnya saat ini perguruan tinggi ada jalur vokasi, itu lebih menjanjikan untuk masuk kerja ketimbang lulusan SMK, dan mereka bisa merekrut siswa SMA juga. Ini yang seringkali dipikirkan orangtua, daripada lulus SMK tidak jelas kerja, lebih bagus SMA nanti mengambil kejuruan di perguruan tinggi,” kata Undang Rosidin kepada Rilis.id, Jumat (21/7/2023).
Untuk itu, Undang menyarankan agar SMK di Lampung baik negeri maupun swasta harus meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha dan industri. Sehingga peluang para lulusan bisa terserap di dunia kerja semakin besar.
“Misalnya menggandeng perusahaan besar seperti Toyota, Honda dan lainnya. Jadi harus betul-betul menjalin kerjasama dengan dunia usaha. Kalau mereka dibiarkan mencari kerja sendiri itu yang menimbulkan permasalahan,” tegas Undang.
Selain itu, pengelola SMK juga wajib memperhatikan jurusan yang dibuka harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai para siswa dilatih skill tertentu tetapi tidak bermanfaat karena tak ada sektor usaha yang membutuhkan.
Untuk meningkatkan minat siswa belajar di SMK, Undang Rosidin mengatakan pihak sekolah harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa lulusannya punya masa depan.
SMK di Lampung
Undang Rosidin
Pengamat Pendidikan
lulusan SMK
SMK sepi peminat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
