Hanya Ada 2 di Indonesia, Kampung Nelayan Modern di Pulau Pasaran Diresmikan

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

7 Februari 2024 16:12 WIB
Ragam | Rilis ID
Peresmian Kampung Nelayan Modern di Pulau Pasaran. Foto : Tampan Fernando/Rilis.id
Rilis ID
Peresmian Kampung Nelayan Modern di Pulau Pasaran. Foto : Tampan Fernando/Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Kampung Nelayan Modern (Kalamo) di Pulau Pasaran Kota Karang Bandar Lampung diresmikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pemprov Lampung dan Pemkot Bandar Lampung, Rabu (7/2/2024).

Kalamo ini merupakan proyek percontohan yang hanya ada dua di Indonesia, yaitu di Biak Papua dan di Pulau Pasaran. Berbagai fasilitas yang dibangun di lokasi ini yaitu warung serba ada, rumah pengeringan ikan, Gudang beku portable, sentra kuliner, kios nelayan, kafe, jasa angkut, hingga bengkel nelayan.

"Kampung nelayan modern di Pulau Pasaran adalah yang kedua di Indonesia, setelah di Biak," Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Budi Sulistyo usai peresmian.

Sebelum menjadikan Pulau Pasaran sebagai Kalamo, tim Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah menurunkan tim untuk mempelajari apa saja yang dibutuhkan dan permasalahan yang dihadapi.

"Karena itu yang dibangun adalah unit pengolahan ikan (UPI), yang mana terdapat ruang pendingin, laundry ikan, alat uji mutu dan kualitas, pemeriksaan kandungan formalin dan keamanan pangan untuk kebutuhan sertifikasi ekspor," kata dia.

Menurutnya, produksi ikan teri asin dari Pulau Pasaran, setelah dikelola di UPI tersebut akan siap langsung diekspor, karena semuanya sudah memenuhi syarat. "Kami juga sudah siapkan offtakernya agar produk kebanggaan Provinsi Lampung ini bisa diekspor," kata dia.

Sementara Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta seluruh pihak terkait menjaga dan merawat berbagai fasilitas Kalamo di Pulau Pasaran.

"Kampung nelayan modern tadi sudah dikatakan hanya ada dua di Biak dan Bandarlampung yang lain hanya kampung nelayan maju. Jadi kalau modern itu harus bersih, higienis, dan terawat dengan baik itu adalah tugas koperasi tapi semua perangkat wajib mengawasinya," kata dia.

Sudin juga meminta pemerintah pusat dapat membantu para perajin ikan teri asin di Pulau Pasaran melakukan pengemasan produk.

"Jadi tadi dikatakan sudah ada sertifikat hazardnya di sini, tapi pengemasannya masih jelek, ya percuma, jadi saya minta Pak Budi Sulistyo masalah pengemasan juga dibantu," kata dia.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

Kampung Nelayan Modern

Pulau Pasaran

KKP

ikan teri

Kelamo

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya