Diskes Metro Belum Temukan Warga Terjangkit Leptospirosis
Achmad Eka Saputra
Metro
RILISID, Metro — Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Metro mengaku belum menemukan adanya kasus masyarakat yang terkena penyakit Leptospirosis di Bumi Sai Wawai.
Demikian diungkapkan Kepala Dinkes Kota Metro, Erla Andrianti saat dikonfirmasi via Whatsapp, Senin (31/10/2022).
Penyakit leptospirosis ini dari hewan ditularkan ke manusia. Dengan tanda dan gejala awal yang muncul pada penderita antara lain; Demam tinggi.
Kemudian menggigil, sakit kepala, mual, muntah, dan tidak nafsu makan, diare, mata merah, nyeri otot, terutama pada betis dan punggung bawah, Sakit perut, bintik-bintik merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.
Ia menjelaskan, hingga kini Diskes Kota Metro belum mendapati adanya laporan masyarakat yang terjangkit Leptospirosis. Meski demikian dirinya tetap menghimbau masyarakat untuk terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Leptospirosis itu kan merupakan penyakit yang ditularkan melalui air kencing hewan. Bakteri leptospira mudah berkembang biak di lingkungan yang kotor," ungkapnya.
"Jadi, dengan menerapkan PHBS mudah-mudahan tidak ditemukan adanya masyarakat yang terjangkit penyakit itu," sambungnya.
Dikatakannya, bakteri Leptospira dapat ditularkan oleh hewan tikus, sapi, anjing dan babi.
"Seseorang dapat terserang leptospirosis, jika terkena urine hewan tersebut, atau kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi," kata dia.
Menurutnya, Leptospirosis memiliki gejala yang mirip dengan penyakit flu oleh karenanya ia juga menghimbau masyarakat apabila mendapati gejala flu untuk dapat memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Metro aman leptospirosis
Dinkes himbau PHBS
Metro.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
