Berbahasa Lampung, Wisudawan Universitas Teknokrat Soroti Kecerdasan Buatan dan Chat GPT

Segan Simanjuntak

Segan Simanjuntak

Bandar Lampung

26 Juli 2024 07:49 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

Sokongan yang dapat diberikan Chat GPT antara lain ialah memudahkan pencarian informasi, menjawab pertanyaan dalam kuliah tertentu, hingga meningkatkan kualitas penulisan.

Sementara itu, pada tataran pengajar, teknologi ini dapat membantu dalam perancangan rencana pembelajaran, penyiapan materi ajar, penilaian tugas, serta pemberian umpan balik. Sehingga aktivitas yang kerap dilakukan secara rutin dapat jauh lebih mudah dilakukan.

Bahkan dalam aktivitas penelitian akademik, bahwa aplikasi ini dapat membantu seorang peneliti dalam menelurkan jalan penelitian secara metodologis, mulai dari identifikasi masalah hingga tahap analisis.

Selain itu, mesin AI juga dapat digunakan untuk meninjau dan mengkritisi artikel yang ditulis dalam sebuah penelitian.

Ada risiko etis yang harus ditanggung dari penerapan teknologi AI semacam ini dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Risiko tersebut ialah tindakan plagiarisme.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, plagiarisme merupakan tindak pelanggaran (dishonesty) dalam kultur akademis. Secara umum pelanggaran tersebut mancakup perilaku menyimpang seperti mencontek, pemalsuan data penelitian, hingga kolaborasi menyimpang (unauthorized collaboration).

Dalam hal kolaborasi menyimpang, mahasiswa atau dosen kerap meminta bantuan pihak lain untuk menyelesaikan karya tulis, lantas mendaku tulisan tersebut sebagai karya orisinal miliknya.

Sehingga fungsi dari pendidikan tinggi untuk mencetak kaum intelektual yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia menjadi terdegradasi.

Sebelum AI berkembang, oknum hanya bisa memanfaatkan jasa joki dengan membayar untuk melakukan kolaborasi menyimpang. Namun saat ini mereka bahkan bisa melakukannya secara gratis.

Dahulu, risiko hanya ada bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial, tapi sekarang semua beresiko karena kebebasan mengakses AI. Hal itu belum ditambah lagi dengan hasil tulisan AI yang begitu rupa tulisan manusia.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Berbahasa Lampung

Wisudawan Universitas Teknokrat

Kecerdasan Buatan

Chat GPT

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya