600 Balita di Metro Mengidap Stunting
Achmad Eka Saputra
Metro
"Dari hamil sudah di edukasi agar calon bayinya dapat lahir dengan sehat," bebernya.
Tak hanya Dinkes, lanjut dia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya juga memliki peran pencegahan terhadap stunting.
"Untuk OPD lain juga terlibat dalam kesehatan lingkungannya, airnya dan lain sebagainya. Jadi penyebab stunting itu tidak hanya bayi dan balitanya, tetapi lingkungan juga mempengaruhi," pungkas Erla.
Sebelumnya, Wakil Walikota, Metro Qomaru Zaman mengatakan, Pemkot Metro terus mengupayakan penguatan untuk penurunan angka stunting yang dianggap perlu dilakukan secepatnya.
Pasalnya, Metro harus menjadi barometer Provinsi Lampung untuk masalah penurunan stunting.
"Stunting itu sebuah keharusan sejarah yang harus dikedepankan. Bahwa Metro ini 5-15 tahun ke depan harus muncul kader-kader hebat di Metro ini untuk mem- backup kepemimpinan masa depan. Bukan hari ini, tapi 15-20 tahun yang akan datang harus ada orang-orang hebat di Metro ini yang bisa berkarya," ungkapnya.
Menurutnya, dalam penurunan angka stunting pemkot telah melakukan penguatan di tingkat kelurahan. Yakni dengan menurunkan 390 tim pendamping keluarga.
"Mereka ini berhari-hari turun ke masyarakat. Saya pantau lewat WA saya. Stunting ini bukan urusan bagaimana menaikkan fisik orang tetapi bicara gizi, lingkungan hidup dan masalah-masalah pola makan dan sebagainya," papar dia.
"Saya yakin dan percaya kader-kader hebat di Metro dapat membawa kepemimpinan 20 tahun yang akan datang," tutupnya.
Stunting Metro capai 600 Balita
Dinkes Metro
Pemkot Metro
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
