Cafe Pintar Pemilu Ala Bawaslu Lampung Selatan
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Minum kopi sambil diskusi soal demokrasi di pinggir pantai atau tempat umum, dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan cara menggelar Cafe Pintar Pemilu, hal itu bukan hanya sekadar kumpul-kumpul biasa, namun menyatukan Bawaslu, pengurus Saka Adhyasta, hingga pemuda lokal desa dalam satu lingkaran diskusi yang hangat.
Seperti yang dilakukan belum lama ini, alih-alih digelar secara formal dalam ruangan, mereka justru memilih deburan ombak laut sebagai latar belakang untuk membedah buku dan berdiskusi tentang masa depan demokrasi.
Anggota Bawaslu Lampung Selatan Arif Sulaiman mengatakan, Cafe Pintar Pemilu adalah cara strategis untuk mendekati pemilih pemula dengan tujuan meningkatkan literasi politik bagi anak muda agar tidak sekadar menjadi penonton saat pesta demokrasi.
Metode diskusi santai dengan minum kopi, dilakukan dengan cara bedah buku, dan tanya jawab interaktif, dimana para pemuda dan anggota Saka Adhyasta nantinya dipersiapkan menjadi pengawas partisipatif.
"Kami ingin demokrasi itu dipahami dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, pemuda diharapkan lebih cerdas dan kritis sebagai pemilih," kata Arif Sulaiman, Minggu (15/2/2026).
Ketua Bawaslu Lampung Selatan Wazzaki menambahkan, melalui kolaborasi antara Sekretariat Bawaslu dan energi muda dari Saka Adhyasta, agenda ini membuktikan bahwa bicara politik tidak selamanya kaku.
"Benih pengawasan Pemilu justru bisa ditanamkan lewat secangkir kopi dan jadi terbuka pikirannya," ujar Wazzaki. (*)
Bawaslu Lampung Selatan
Cafe Pintar Pemilu
Bedah buku
diskusi demokrasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
