Bustami Sowan Jokowi, Pengamat Sebut Berdampak Penguatan PSI di Lampung

Yudha Priyanda

Yudha Priyanda

Bandar Lampung

4 Maret 2026 22:37 WIB
Politika | Rilis ID
Anggota DPD RI asal Lampung, Bustami Zainudin. Foto: dok rilis.id
Rilis ID
Anggota DPD RI asal Lampung, Bustami Zainudin. Foto: dok rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Anggota DPD RI asal Lampung, Bustami Zainudin, menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan menyatakan keinginannya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hal ini merupakan bagian dari perhitungan rasional menjelang kontestasi politik 2029.

Demikian pendapat pengamat politik FISIP Universitas Lampung, Bendi Juantara, saat dimintai analisanya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Bendi, figur Jokowi masih memiliki nilai tawar politik yang kuat. Terutama dalam membaca dan membentuk peta politik baru di luar struktur kekuasaan formal saat ini.

Karenanya, pertemuan tersebut dapat dimaknai sebagai langkah awal membangun komunikasi politik.

“Berkunjungnya Bustami menemui Jokowi dan keinginan bergabung PSI adalah perhitungan rasional dan logika transisi politik menjelang 2029," paparnya.

Ia menilai, langkah “sowan politik” itu juga mencerminkan upaya membangun kedekatan sekaligus mencari restu dan legitimasi secara internal.

Dalam konteks perluasan basis dukungan, Bendi menyebut PSI saat ini berada pada fase membuka ruang bagi figur-figur berpengalaman.

“Selain itu, posisi PSI yang sedang memperluas basis dukungan akan sangat terbuka dengan para aktor senior berpengalaman yang bisa menarik pemilih,” jelasnya.

Dari kalkulasi politik, peluang Bustami untuk mengakses PSI dinilai lebih terbuka dibandingkan jika ia memilih bergabung dengan partai besar yang memiliki struktur hierarki dan mekanisme internal lebih ketat.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Bandar Lampung

PSI

Jokowi

Bustami

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya