Zulkifli: Bahasa Mahar Politik Seolah Pojokan Umat Islam
Sukma Alam
RILISID, — RILIS.ID, Bandung— Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, meminta istilah mahar politik tidak lagi digunakan dalam praktik politik uang.
Menurut Ketua Partai PAN ini, hal itu seolah menunjukan untuk memojokkan umat Islam.
"Bahasa mahar itu seolah memojokkan umat Islam. Sebut saja suap politik," kata Zulkifli Hasan di Bandung, Kamis (18/1/2018).
Zulhas sapaan akrabnya menegaskan di partainya pun tidak ada suap politik. Dia menekankan partai harus transparan dalam pendanaan politiknya.
"Seperti PAN, kegiatan acaranya itu dibiayai kader-kader PAN sendiri. Kalau ada kandidat calon kepala daerah yang di usung mau ikut bantu silakan, terbuka, kita informasikan kepada publik," paparnya.
Belakangan istilah mahar politik kembali mencuat menjelang perhelatan Pilkada serentak 2018.
Isu politik uang mengemuka dipicu batalnya beberapa calon kepala daerah untuk diusung partai politik.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
