Soal Kawasan Maritim, Ridho Pastikan Tetap Berjalan
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Segmen 3 debat publik pilgub Lampung merupakan problem solving. Moderator bertanya kepada paslon 1 Ridho-Bachtiar.
Provinsi Lampung jadi tempat pegembangan proyek kawasan maritim di Tanggamus, dalam proyek ini melibatkan daerah dan pusat, kendalanya saat ini adalah tidak adanya koordinasi.
Ridho menjawab, di wilayah maritim, terakhir berkoordinasi dengan Menhan. Seperti PT DI di Bandung, pembangunannya diarahkan untuk di Lampung.
Menurut Ridho, proyek strategis nasional bergeser ke Tanggamus, termasuk PT PAL, tidak bisa dibangun tanpa adanya Studi Kelayakan Proyek (Feasibility Study) dan Detail Engineering Design (DED).
“Kita wujudkan kawasan maritim jadi kawasan nasional dan terjadi penambahan tenaga kerja. Sinergitas pusat dengan daerah ini sudah kami lakukan dan berjalan dengan baik,” kata Ridho.
Menanggapinya, cawagub 2, Sutono menyatakan pembangunan kawasan maritim jalan di tempat, diperlukan koordinasi yang lebih efektif.
“Kalau koordinasi efektif, saya sependapat Lampung harus didorong bukan saja dari sisi Produk domestik regional bruto (PDRB) industri, tapi juga program pusat ke daerah,” kata dia.
Cawagub 1, Bachtiar menyatakan, koordinasi itu gampang dan susah. Menurutnya, super ego kita hadur diturunkan. “Kalau kita turunkan itu ego, maka bisa. Khusus maritim, di Lampung ini sudah berjalan, artinya koordinasi sudah berjalan,” katanya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
