Sebut Politikus Sontoloyo, Ini Kata Ferry Juliantono
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Presiden Joko Widodo menyinggung politikus sontoloyo saat membagikan 5 ribu sertifikat tanah untuk warga di Lapangan Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa 23 Oktober lalu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sontoloyo berarti konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono kata sontoloyo sama saja Jokowi tengah menunjuk ke mukanya sendiri. Pasalnya, juru kampanye atau jurkam dirinya di Pilpres 2019 satu persatu terkena kasus suap dan tengah menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Neneng Hassanah, bupati Bekasi kena suap Meikarta, terbaru Bupati Cirebon kena OTT KPK dan ini kan sama dengan politikus sontoloyo. Mereka ini jurkamnya Jokowi, sama saja Jokowi tengah menunjuk hidung sendiri jika begitu," kata Ferry dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/10/2018).
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi juga menyebutkan divestasi saham PT Freeport Indonesia juga sampai saat ini belum ada bukti nyata. Padahal pemerintah sebelumnya mengklaim jika divestasi saham Freeport sebesar 51 persen telah berhasil.
Selain tidak jelas, kata Ferry, kini ditemukan adanya potensi kerugian lingkungan senilai Rp185 triliun, yang disinyalir telah ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Ini juga sontoloyo 51 persen saham Freeport, artinya tidak benar," ujarnya.
Bahkan soal penangannan bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah, hingga saat ini belum bisa maksmial. Pemerintah justru mementingkan acara pertemuan tahunan IMF-Wold Bank di Bali beberapa waktu lalu dengan menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah.
"Ini juga masuk sontoloyo penanganan bencana karena tidak beres penanganannya," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan jangan mudah teperdaya dengan ucapan para politisi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
