Masih Produksi Hoaks usai Lebaran, Komunikonten: Puasa Kita Gagal
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria, berharap, produksi dan distribusi isu SARA serta hoaks prei saat libur Lebaran, dan seterusnya. Jika tetap dilakukan, khususnya oleh muslim, dianggapnya ibadah puasa Ramadan gagal.
"Karena tujuan puasa, adalah takwa yang berarti takut kepada Allah Swt," ujarnya melalui keterangan pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Jumat (15/6/2018).
Hariqo menyatakan demikian, lantaran pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 bakal digelar kurang dari dua pekan lagi. "Pesta demokrasi" berlangsung di 171 daerah dan diikuti 512 pasangan calon.
"Kantor tim sukses mungkin tutup, ruangan tim media sosial mungkin terkunci. Namun, produksi dan distribusi konten jalan terus, tiada libur bagi tim sukses sejati," jelasnya.
Dia kemudian mengingatkan sebuah kisah, di mana seseorang yang tak pernah membunuh masuk neraka dan ditempatkan bersama para pembunuh. Orang tersebut, lantas melayangkan protes.
"Malaikat menjawab, 'engkau memang tidak pernah membunuh. Namun, orang saling membunuh akibat fitnah yang engkau lakukan'," sambungnya.
Hariqo melanjutkan, konten fitnah bisa jadi menguntungkan kandidat yang dijagokan untuk jangka pendek. Tapi, akan merusak persatuan Indonesia untuk jangka panjang.
"Sebuah fitnah bisa memundurkan bangsa kita hingga 100 tahun, bahkan lebih," tegasnya.
Karenanya, dirinya mengajak semua pihak yang berkompetisi pada pilkada menjaga rapat tim media sosial masing-masing dari "godaan setan". Hariqo pun menyarankan beberapa hal yang sebaiknya "dimainkan".
Misalnya, setiap konten yang diproduksi diberikan identitas atau kode tertentu, guna menghindari "produk tak bertuan" yang memicu keributan. Dengan begitu, masyarakat bisa menilai, tim medsos kandidat mana yang paling keren dan kreatif kontennya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
