Penting Tak Penting Debat Capres, Begini Kata Pengamat

gueade

gueade

Jakarta

13 Januari 2019 16:12 WIB
Elektoral | Rilis ID
Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI), DR Jerry Massie MA PhD. FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI), DR Jerry Massie MA PhD. FOTO: ISTIMEWA

Kedua paslon harus merebut tiga kemenangan dalam lima kali debat pilpres. Itu akan sangat menentukan bagi 40 persen pemilih pemula atau bahasa gaulnya, pemilih milenial. Mereka ada 80 juta orang.

Lewat debat, ucap Jerry, akan mendongkrak elektabilitas. Jokowi misalnya, bisa melambung dari 52 persen bahkan terakhir 54 persen ke angka 60 persen. Atau sebaliknya bisa turun.

"Barangkali keduanya harus merebut hati swing voters ini sebanyak 15 persen dan undecided voters  9,2 persen. Data sebuah lembaga survei, yakni Indikator, total sekitar 20-25 persen yang golput," pungkasnya.

Sementara itu, konsultan politik Denny JA tak sependapat jika debat capres disebut menentukan. Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini malah menyebut debat tak memberikan efek signifikan bagi perubahan dukungan.

”Debat capres itu hanya ditonton paling banyak 30 persen pemilih. Bahkan di AS yang memiliki 250 juta pemilih,” ungkapnya.

Denny juga berpendapat debat capres, tak akan mengubah pilihan bagi mereka yang sudah memiliki pilihan.

”Gaya berkomunikasi dalam debat lebih menentukan ketimbang argumen. Ini berlaku bagi pemilih yang kurang informasi,” ungkapnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya