Pengamat: Indeks Kerawanan Pilkada 2020 Terungkap
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Indeks kerawanan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 menjadi perhatian berbagai kalangan. Salah satunya dari akademisi Universitas Lampung (Unila).
Menurut Roby Cahyadi pengamat politik dari Unila, pilkada 2020 mendatang itu sedikit demi sedikit kerawanan netralitas penyelenggara KPU terungkap.
Hal itu diawali oleh tragedi tertangkapnya komisioner KPU RI Wahyu Setiawan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait kasus suap politisi PDIP.
“Hal ini membuktikan bahwa prediksi kecurangan atau manipulasi penyelenggara, sedikit demi sedikit terungkap,” kata Roby Cahyadi, Minggu (12/1/2020).
Menurutnya, Indeks kerawanan pemilu 2020 memprediksikan ada 5 hal yang perlu diwaspadai, diantaranya netralitas penyelenggara, netralitas ASN, politik uang, politik identitas, dan informasi sesat atau hoax.
”Maka 5 hal itu yang harus diperhatikan dalam pilkada 2020. Untuk gambaran pilpres atau pileg 2024, belum bisa dilihat dari saat ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami saat diminta tanggapanya, pasca OTT KPK terhadap salah satu komisioner KPU RI, dia menegaskan itu tidak terlalu berpengaruh dengan pilkada yang akan berlangsung 23 September 2020 mendatang di Lampung.
“Kami tetap fokus bekerja dalam mempersiapkan pemilihan serentak tahun 2020 di 8 Kabupaten Kota seprovinsi Lampung,” jelasnya singkat. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
