Mesin Parpol Prabowo Diprediksi Mati Total, Gerindra: PSI Ngawur!
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Partai Gerindra langsung merespons pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, yang memprediksi mesin partai politik capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mati total.
Menurut Ketua DPP Gerindra, Nizar Zahro, prediksi Sekjen PSI itu sangat mengada-ada alias ngawur.
"Basis datanya lemah. Analisisnya tidak berdasarkan kondisi faktual," katanya kepada rilis.id, Jumat (2/11/2018).
Nizar mengatakan, bisa jadi pernyataan Antoni menggunakan basis data faktual uang terjadi di internal parpol pendukung paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pasalnya, menurut dia, parpol-parpol pendukung Jokowi-Amin hingga saat ini belum melakukan pergerakan apapun.
Makanya Jokowi lebih nyaman bergerak dengan ormas. Misalnya kemarin ke Madura bersama dengan ormas, bukan dengan parpol pengusung," ujarnya.
Dengan begitu, lanjut Nizar, justru mesin parpol Jokowi-Amin yang terbukti mati. Apalagi, sejumlah parpol yang sebelumnya marak mengusung ketumnya untuk menjadi cawapres Jokowi ternyata saat ini tak lagi serius untuk mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
"Dulu Cak Imin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar) dan Gus Romy (Ketum PPP Romahurziy) menebar banyak baliho dan spanduk saat ingin maju menjadi cawapres. Sekarang keduanya menghilang. Sulit ditemukan foto keduanya dengan Jokowi-Ma'ruf," ungkap dia.
"Rakyat sudah cerdas. Sekjen PSI tidak perlu memutar-balikkan fakta," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni, memprediksi mesin politik dari partai pendukung capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mati total.
Menurut Toni, sapaan akrabnya, hanya Partai Gerindra yang akan bekerja dengan serius memenangkan pasangan calon nomor urut 02 tersebut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
