Kubu Prabowo Kritik Tim Gabungan Kasus Novel, PSI: Mereka Selalu Nyinyir
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menganggap aneh terhadap kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengkritik langkah Polri membentuk tim gabungan pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Menurut Toni, pernyataan tim pemenangan Prabowo-Sandi yang menganggap bahwa pembentukan tim gabungan itu sengaja dilakukan menjelang debat Pilpres 2019 adalah bentuk kenyinyiran.
"Mereka selalu nyinyir. Segala sesuatu dikaitkan dengan politik," kata Toni saat dihubungi di Jakarta, Minggu (13/1/2019).
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu menilai, Polri memang benar-benar berniat menyelesaikan kasus Novel. Sehingga, hal itu sudah semestinya didukung semua pihak.
"Semua usaha untuk selesaikan masalah Novel kapanpun wajib didukung," ujarnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mempertanyakan langkah Polri yang baru sekarang membentuk tim gabungan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Andre menduga, tim gabungan itu sengaja dibentuk untuk menghadapi debat Pilpres 2019 yang akan digelar pada 17 Januari nanti.
"Pembentukan tim gabungan penyidik oleh Polri itu terindikasi hanya demi kepentingan debat capres-cawapres pekan depan," ujar Andre.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
