Koalisi Adil Makmur Siapkan 3 Titik Kampanye Prabowo di Lampung
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan berkampanye pada tiga titik di Provinsi Lampung. Namun, hal itu baru akan dipersiapkan oleh tim pemenangan koalisi adil makmur Prabowo-Sandiaga.
"Saya sempat ngobrol dengan sekjen, Lampung termasuk yang akan dihadiri Prabowo-Sandiaga, kemungkinan di 3 titik," kata Bendahara Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandiaga, Mikdar Ilyas, di DPRD Lampung, Kamis (1/11/2018).
Oleh karena itu, tim pemenangan berkeyakinan paslon nomor urut 2 itu akan memperoleh kemenangan 70 persen di bumi ruwa jurai ini.
"Kami yakin masyarakat Lampung pilih Prabowo, karena mereka inginkan adanya perubahan," tegas anggota Komisi IV DPRD Lampung ini.
Apalagi dollar terus naik, kata Politisi Gerindra itu, sedangkan hasil pertanian tidak juga naik, justru turun.
"Makanya ini aneh seharusnya dollar naik, hasil petani akan naik juga, ini kok aneh malah turun. Makanya dengan ini kami yakin menang di setiap dapil," terangnya.
Keyakinan perolehan suara Prabowo-Sandiaga menang telak di Lampung juga bukan tanpa sebab, karena kata Wakil ketua DPD Gerindra itu setiap caleg diberikan kewajiban, jika tidak sampai menang, terkena sanksi.
"Kalau kalah di masing-masing dapil kami disanksi, dan kami siap disanksi. Makanya kami yakin bener menang, karena masyarakat inginkan perubahan," tegasnya lagi.
Sekretaris Koalisi Pemenangan, Johan Sulaiman menambahkan untuk di pihak partainya sendiri PKS, saat ini terus melakukan konsolidasi di tingkatan bawah, untuk kemudian dimantapkan di koalisi pemenangan.
"Kami setelah konsolidasi dengan partai koalisi, maka kita lanjutkan di masing-masing partai koalisi untuk konsolidasi turun langsung ke caleg-caleg, dan menyerap aspirasi, Setelah memantapkan, baru kita rumuskan di koalisi pemenangan Prabowo-Sandiaga," ungkap sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Lampung ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
