Kinerja 'Dukun Politik', Siapa yang Pakai Jasanya?

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

27 April 2018 16:22 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ilustrasi dukun. FOTO: IDN Times.
Rilis ID
Ilustrasi dukun. FOTO: IDN Times.

Melansir Pikiran Rakyat Online, seorang dukun poltik ternama asal Banyumas, Setiaji Heroestianto (32) yang mendapat julukan Ki Aji Lalangjagad, membeberkan bahwa dirinya kerap kali didatangi anggota parlemen yang mau menang di pileg.

Bukan cuma itu, calon kepala daerah dan caleg tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sampai kepala desa pun kerap bertamu ke dirinya demi mencapai kesuksesan atas ambisi politik. Dan, hampir semua "pasien"-nya menduduki kursi kekuasaan yang diimpikan.

"Sekarang menjelang Pileg, sudah puluhan caleg yang datang. Namun hanya 30 caleg yang dinilai memenuhi syarat untuk dibantu," jelas Ki Aji.

Jaminanya 80 persen akan unggul nantinya di kontes pesta demokrasi. Syaratnya, kata dia, cuma satu dapil saja yang bisa diusahakan. Terkait maraknya fenomena tersebut, ia yakin kalau banyak tokoh elite menggunakan jasa dukun politik seprti dirinya.

"Kerja supranatural kadang merangkap sebagai penasehat, Mensugesti agar calon optimis, rasa optimis bagi kandidat penting makin meningkatkan performa calon," terangnya.

Soal berapa tarifnya, Ki Aji, tak sembarangan memungut biaya. Semua kembali pada kondisi keuangan pasien. Namun, umumnya ia menawarkan harga antara Rp10-100 juta.

Selain Ki Aji, dukun lainnya yang punya kiprah sejak lama, antara lain Dr KH Desembrian Rosyady S.Ag, SH, SE, MM, MBA. Melansir Merdeka.com, lewat pamflet dia menawarkan jasanya. Tak hanya bagi caleg, para calon kepala daerah juga bisa menggunakan jasanya. 

"Untuk caleg tingkat kabupaten/kota Rp100 juta, tingkat provinsi Rp200 juta. Untuk DPR pusat Rp 300 juta," kata Desembrian.

Tarifnya bisa lebih tinggi kalau untuk kepala daerah. Mahar yang harus disiapkan sekisar Rp2 miliar untuk kandidat bupati/walikota. Sedangkan, calon gubernur mencapai Rp5 miliar. Namun, semua bergantung lagi pada wilayahnya.

Sementara, untuk para calon presiden, harganya lebih "gila". Sampai Rp1 triliun. Desembrian sendiri mengaku sudah berpraktik sejak tahun 1997 di Jakarta. Dia mengklaim, banyak politisi dan calon kepala daerah yang sukses dikawalnya.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya