Keluar dari Golkar, Begini Pidato Titiek Soeharto
Anonymous
Kemukus
Saya sedih.
Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat! Tapi, saya tidak dapat melakukan hal itu. Karena, saya sebagai orang Golkar. Partai pendukung Pemerintah.
Saya adalah anak biologis Presiden Soeharto. Saya tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat.
Oleh karena itu, saya memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya.
Sebagai konsekuensinya, tentu saya juga harus melepaskan keanggotaan saya di DPR.
Saya mohon pamit kepada teman-teman di DPR, terima kasih untuk persahabatan dan kebersamaan kita selama ini, baik di Komisi IV, BKSAP maupun saat di rapat Paripurna.
Saya pasti akan merindukan saat kebersamaan kita, doakan kita bertemu lagi tahun depan. I shall return.
Trimakasih kepada Partai Golkar yang telah menempa saya menjadi salah satu politikus wanita yang diperhitungkan di Republik ini.
Saat ini Golkar sudah memiliki begitu banyak politikus andal, Golkar tidak membutuhkan saya. Tapi, saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya.
Partai Berkarya harus lulus parliamentary threshold dalam Pemilu Legislatif tahun depan, agar Partai Berkarya dapat melanjutkan cita-cita Pak Harto untuk mensejahterakan Bangsa ini, mencerdaskan Bangsa ini, menciptakan kehidupan masyarakat yang adil makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Partai Berkarya menyadari ini adalah pekerjaan yang sangat berat, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dan seluruh komponen Bangsa, agar cita-cita dari Pak Harto dan para pendiri bangsa ini bisa segera terwujud:
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
