'Kantong Suara' Gus Ipul-Puti Versi SAM and Research
Anonymous
Surabaya
RILISID, Surabaya — Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, disebut unggul di Pulau Madura. Demikian hasil survei Semesta Alam Media (SAM) and Research yang dipublikasikan di Surabaya, Kamis (14/6/2018).
"Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan di Madura, yang terdiri dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, perolehan suara keduanya ketat dan Gus Ipul-Puti unggul tipis," ujar Direktur SAM and Research, L. Riansyah.
Pasangan Gus Ipul-Puti meraih 46,1 persen. Sedangkan pasangan Khofifah-Emil, mendapat 45,3 persen.
Jagoan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, kata Riansyah, juga unggul di beberapa daerah. Misalnya, Surabaya dan Sidoarjo 50,8 persen. Sementara Khofifah-Emil cuma 41,6 persen.
Selanjutnya, Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo. Di sana, Gus Ipul-Puti meraup 48,8 persen dan Khofifah-Emil 41 persen.
Lalu di Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, Gus Ipul-Puti meraih 48,2 persen dan Khofifah-Emil 32,4 persen. Kemudian, Kota/Kabupaten Madiun, Nganjuk, Kota/Kabupaten Mojokerto, dan Jombang, Gus Ipul-Puti 45,5 persen dan Khofifah-Emil 42,3 persen.
Tren serupa terjadi di Jember dan Lumajang, di mana suara Gus Ipul-Puti 43,1 persen dan Khofifah-Emil 40,8 persen. Berikutnya Kota/Kabupaten Blitar, Kota/Kabupaten Kediri, dan Tulungagung, Gus Ipul-Puti 43,4 persen dan Khofifah-Emil 39,6 persen.
Terakhir di Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, dan Ngawi. Elektabilitas Gus Ipul-Puti sebesar 47,3 persen dan pesaingnya hanya 44,2 persen.
"Ada dua zona pasangan Khofifah-Emil menang, yaitu zona Kota/Kabupaten Malang dan Batu dengan 44,4 persen dan Gus Ipul-Puti 43,5 persen, serta di zona Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dengan 46,6 persen. Sedangan Gus Ipul-puti 44,2 persen," bebernya.
Karenanya, Gus Ipul-Puti unggul dengan meraup 46 persen, jika ditinjau secara keseluruhan. Adapun Khofifah-Emil, mendapatkan 42,2 persen.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
