Jokowi-Prabowo Kuat di Lampung, yang Lain cuma Bargaining
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Provinsi Lampung dengan jumlah penduduk 8.117.268 jiwa (BPS 2015) menjadi satu dari banyak daerah di Indonesia yang dianggap potensial mendulang suara.
Tak heran kalau belakangan, sai bumi ruwa jurai banyak dilirik mereka yang berminat terjun ke dunia politik untuk deklarasi. Mulai level lokal sampai nasional.
Sebut Saja Anis Matta, Prabowo, dan Muhaimin Iskandar. Mereka menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah untuk menyuarakan niatnya maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019.
Pengamat Politik dari Universitas Lampung (Unila) Budi Kurniawan menilai, Lampung dengan kepadatan penduduk kedua se-Sumatera setelah Sumatera Utara (14.102.911 jiwa, BPS 2016), memang seksi. Letaknya juga strategis karena menjadi pintu gerbang Sumatera.
”Sehingga wajar jika Lampung akhirnya menjadi daerah untuk deklarasi. Signifikan menyumbang suara di Pilpres, meski itu sebenarnya juga bagian dari bargaining kepada Jokowi atau Prabowo,” kata Budkur –sapaan akrabnya kepada rilislampung.id, Kamis (19/4/2018).
Dia menjabarkan, Jokowi hanya menang tipis dari Prabowo ketika Pilpres 2014 di Lampung. Namun melihat kondisi sekarang, dia pesimistis Prabowo bisa menang di Lampung. Sebab, sebagai petahana kerja Jokowi banyak dirasakan. Seperti pembangunan infrastruktur dan melakukan perbaikan sarana dan prasarana lainnya.
”Meskipun masih ada masalah, semisal tingginya tingkat kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Lampung. Terutama dibanding kondisi di zaman pemerintahan sebelumnya, SBY, " jelasnya.
Artinya, terus dia, kemajuan signifikan di bidang infrastruktur di Lampung menjadi modal untuk Jokowi menang di Lampung. "Kalau lawannya Prabowo," sambungya.
Berbeda jika ada alternatif lain, seperti Gatot Nurmantyo atau Anies Baswedan. Peta politik bisa berubah. Meski dia menilai, efek kejut Gatot tidak besar. Sebab, yang bisa melawan Jokowi menurut dia adalah capres yang punya elektabilitas tinggi dan punya daya sengat besar.
Untuk cawapres, yang paling gencar adalah Muhaimin Iskandar. Cak Imin –sapaan akrabnya, kata Budkur masih di posisi bargaining dengan Jokowi. Semacam penegasan bahwa Ketua PKB itu punya basis masa di Lampung.
Ada lagi Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas), yang menurut Budkur juga sedang melakukan bargaining ke Jokowi dan Prabowo. ”Zulhas adalah tokoh nasional yang punya basis massa kuat di Lampung, terutama Lampung Selatan,” ujarnya.
Terpisah, pengamat politik dari UBL Khomsahrial Romli melihat belum ada capres yang sekuat Jokowi dan Prabowo.
"Sekalipun itu selevel Zulkifli Hasan. Menurut saya belumlah (Zulhas) untuk level capres atau cawapres, berat soalnya untuk itu," singkatnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
