Emil Cerita Pembentukan NU di Jepang

Budi Prasetyo

Budi Prasetyo

Gresik

12 Juni 2018 01:28 WIB
Elektoral | Rilis ID
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Gresik — Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menceritakan terbentuknya Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang pada 2004. Kala itu, dia dan mahasiswa di "Negeri Sakura" tergerak mengenalkan NU di sana.

"Kita alumni ingin mengenalkan Islam ahlussuna waljamaah, menjadi rahmatan lillamamin. Dan pada tahun 2004, Pengurus Cabang Istimewa terbentuk," ujarnya di depan ribuan jemaah di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Gresik, Minggu (10/6/2018).

"Saya ikut kepengurusan di 2004 dan alhamdulillah, sampai hari ini berdiri," imbuhnya bangga.

Setelah terbentuk, Emil bertutur, salah satu program yang dijalankan PCINU Jepang membawa kitab kuning dalam versi digital. "Untuk anak-anak nelayan, supaya menguasai teknologi," jelasnya.

Jika berkesempatan memimpin Jatim, Bupati nonaktif Trenggalek ini berjanji, akan memajukan NU dan organisasi Islam lainnya. "Harus adil," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Demokrat Jatim, Samwil, memuji Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mencalonkan Khofifah-Emil pada Pilgub Jatim. Katanya, partai bintang mercy selalu mencalonkan kader nahdliyin, lantaran SBY mempunyai "darah NU yang kental".

"Jangan lupa, Pondok Termas adalah yang tertua di Jawa. Itu, adalah pondok leluhur beliau," klaimnya. Banyak kader Demokrat, imbuh Samwil, bakal selalu memperjuangkan kader nahdliyin.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya